By : Salsa Jihan Nabalah
Pernikahan dini masih menjadi masalah yang cukup sering terjadi di kalangan remaja. Banyak yang menikah tanpa kesiapan mental, ekonomi, maupun spiritual, sehingga berisiko menimbulkan berbagai permasalahan dalam rumah tangga. Dalam Islam, pernikahan adalah ibadah yang mulia, namun juga membutuhkan persiapan dan tanggung jawab yang besar.
Generasi Berencana (Genre) berbasis Islami hadir untuk menumbuhkan kesadaran agar remaja mampu merencanakan masa depannya dengan baik dan sesuai nilai-nilai Islam. Mereka diajak untuk mempersiapkan diri terlebih dahulu melalui pendidikan, penguatan iman, dan pembentukan akhlak sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.
Islam sendiri menekankan pentingnya kesiapan dalam berumah tangga. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
"Dan hendaklah orang-orang yang belum mampu menikah menahan diri (dari keinginan menikah) hingga Allah memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya..."
(QS. An-Nur: 33)
Ayat ini menunjukkan bahwa Islam tidak melarang menikah, tetapi menganjurkan agar seseorang menunggu hingga benar-benar siap secara lahir dan batin. Kesiapan ini meliputi kemampuan finansial, tanggung jawab, dan kedewasaan berpikir.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian yang telah mampu menikah maka menikahlah. Dan barang siapa belum mampu, hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu dapat menahan nafsu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini memperjelas bahwa kesiapan menjadi syarat penting sebelum menikah. Bagi yang belum mampu, Islam memberikan solusi berupa pengendalian diri dan kesabaran. Melalui nilai-nilai tersebut, Generasi Berencana Islami diharapkan mampu menjadi teladan dalam menunda pernikahan dini, menjaga kehormatan diri, serta fokus membangun masa depan yang lebih baik. Dengan pendidikan, iman, dan kesadaran beragama, remaja dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan siap membangun keluarga sakinah di masa depan.
